𝑼𝒑𝒂𝒄𝒂𝒓𝒂 𝑩𝒆𝒏𝒅𝒆𝒓𝒂 24 𝑨𝒈𝒖𝒔𝒕𝒖𝒔 2026| 𝑺𝑫𝑰𝑻 𝑨𝒅𝒛𝒌𝒊𝒂 3 𝑷𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 😍

24 Aug 2026

𝑼𝒑𝒂𝒄𝒂𝒓𝒂 𝑩𝒆𝒏𝒅𝒆𝒓𝒂 24 𝑨𝒈𝒖𝒔𝒕𝒖𝒔 2026| 𝑺𝑫𝑰𝑻 𝑨𝒅𝒛𝒌𝒊𝒂 3 𝑷𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 😍

Lihat
𝗣𝗲𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗯𝗮𝗹 𝗧𝘀𝘂𝗿 𝟮 | 𝗦𝗗𝗜𝗧 𝗔𝗱𝘇𝗸𝗶𝗮 𝟯 𝗣𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 😍

21 Aug 2026

𝗣𝗲𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗯𝗮𝗹 𝗧𝘀𝘂𝗿 𝟮 | 𝗦𝗗𝗜𝗧 𝗔𝗱𝘇𝗸𝗶𝗮 𝟯 𝗣𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 😍

Lihat
𝑮𝒐𝒕𝒐𝒏𝒈 𝑹𝒐𝒚𝒐𝒏𝒈 | 𝑺𝑫𝑰𝑻 𝑨𝒅𝒛𝒌𝒊𝒂 3 𝑷𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈

20 Aug 2026

𝑮𝒐𝒕𝒐𝒏𝒈 𝑹𝒐𝒚𝒐𝒏𝒈 | 𝑺𝑫𝑰𝑻 𝑨𝒅𝒛𝒌𝒊𝒂 3 𝑷𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈

Lihat

Postingan Terbaru

Apel Pagi Berita

Apel Pagi

Pada hari Senin, 18 November 2024, siswa-siswi SDIT Adzkia 3 Padang melaksanakan kegiatan apel pagi yang diadakan di halaman sekolah. Pelaksanaan apel pagi ini diorganisir oleh kelas 4 Jabal Nur 1, yang bertugas menjadi pengelola acara pada hari tersebut. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan semua siswa, guru, dan staf sekolah berkumpul di lapangan upacara. Acara dibuka dengan suara pengeras suara yang menyambut seluruh peserta apel. Kegiatan apel dimulai dengan laporan ketua kelas 4 Jabal Nur 1, yang menyampaikan rangkaian acara yang akan berlangsung. Kemudian, dilakukan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu perwakilan dari kelas tersebut, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air. Selanjutnya, kepala sekolah memberikan sambutan singkat yang menyemangati para siswa untuk tetap semangat dalam belajar dan menjaga kedisiplinan di sekolah. Setelah itu, acara apel pagi diisi dengan penyampaian pesan-pesan motivasi oleh guru kelas 4, yang memberikan semangat kepada seluruh siswa untuk terus berprestasi. Secara keseluruhan, kegiatan apel pagi berjalan dengan baik dan lancar. Semua peserta apel mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian dan khidmat. Pelaksanaan apel pagi ini diakhiri dengan salam dan komando selesai yang dipimpin oleh guru piket, yang menandakan bahwa kegiatan apel pagi telah selesai dan semua siswa kembali ke kelas untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Kegiatan apel pagi ini menjadi salah satu ajang pembinaan kedisiplinan dan semangat siswa di SDIT Adzkia 3 Padang.

18 Nov 2024 22 Views Baca
Cahaya di Tengah Gelap Berita

Cahaya di Tengah Gelap

Aisyah merasa hidupnya bagai kapal tanpa kompas, terombang-ambing di lautan masalah. Kehidupan rumah tangganya yang dulu harmonis kini retak, kariernya mandek, dan hatinya diliputi kegelisahan. Ia merasa kehilangan arah, tidak tahu lagi harus berpegang pada apa. Suatu malam, ketika kesendirian menyelimuti, Aisyah membuka Al-Qur'an. Matanya tertuju pada sebuah ayat yang seakan berbicara langsung kepadanya. Ayat itu berbicara tentang kesabaran, tentang harapan, dan tentang janji Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesulitan. Sejak saat itu, Aisyah mulai mendekatkan diri pada Al-Qur'an. Ia membaca, merenungi, dan berusaha menerapkan setiap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Ia belajar tentang pentingnya bersyukur, memaafkan, dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Perlahan tapi pasti, perubahan mulai terasa. Aisyah merasa lebih tenang dan lapang dada. Ia mampu menghadapi masalah dengan lebih sabar dan bijaksana. Hubungannya dengan suami mulai membaik, dan kariernya pun mulai menanjak. Aisyah menyadari bahwa Al-Qur'an bukan hanya sekadar kitab suci, tetapi juga merupakan petunjuk hidup yang sempurna. Di dalamnya terkandung segala jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini membingungkannya. Al-Qur'an menjadi cahaya yang menerangi kegelapan dalam hidupnya. Kisah Aisyah adalah cerminan dari banyak orang yang merasa kehilangan arah dalam hidup. Al-Qur'an, dengan segala hikmah dan petunjuknya, selalu siap menjadi penuntun bagi siapa saja yang mau membuka hatinya. Pesan moral dari cerita ini: Al-Qur'an adalah sumber petunjuk hidup yang paling sempurna. Dengan membaca, merenungi, dan mengamalkan Al-Qur'an, kita dapat menemukan solusi atas segala permasalahan hidup. Al-Qur'an adalah cahaya yang menerangi hati dan pikiran kita.

09 Sep 2024 24 Views Baca